Akuntabilitas Eksistensi Budaya Lahatol Sebagai Bentuk Solidaritas Masyarakat Negeri Haria Kecamatan Saparua Kabupaten Maluku Tengah
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai modal sosial yang memperkuat kohesi masyarakat di tengah arus modernisasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis eksistensi budaya lahatol di Negeri Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, sebagai wujud solidaritas sosial masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya lahatol masih dijalankan hingga kini dalam berbagai kegiatan sosial seperti pernikahan, pembangunan rumah, dan acara adat, meskipun terdapat pergeseran praktik akibat pengaruh modernisasi. Nilai-nilai yang terkandung mencakup aspek sosial, ekonomi, kekeluargaan, spiritual, dan moral, yang berfungsi menjaga kohesi sosial serta memperkuat ikatan kekerabatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lahatol memiliki kapasitas adaptif yang memungkinkan tradisi ini tetap relevan tanpa kehilangan makna inti solidaritas. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya penguatan pelestarian budaya lokal melalui pendidikan dan kebijakan pembangunan berbasis kearifan lokal.
Unduhan
Referensi
Durkheim, E. (1982). The rules of sociological method. New York, NY: Free Press.
Faudi, M. (2020). Nilai budaya dan identitas masyarakat. Jurnal Antropologi, 18(3), 77–89.
Hasbullah. (2012). Rewang: Kearifan lokal dalam membangun solidaritas sosial. Jurnal Sosiologi, 6(1), 15–27.
Johnson, P. (1986). Social solidarity. London: Routledge.
Koentjaraningrat. (1993). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Primawardani, Y. (2017). Kebudayaan lokal dan integrasi bangsa. Jurnal Kebudayaan, 12(2), 45–56.
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. New York, NY: Simon & Schuster.
Shadily, H. (1993). Sosiologi untuk masyarakat Indonesia. Jakarta: LP3ES.
Soekanto, S. (2006). Sosiologi: Suatu pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Sumardjoko, B. (2015). Kebudayaan dan identitas nasional. Jurnal Sosial, 9(1), 12–25.
Wanggung, A. Y. (2024). Tradisi kumpul kope sebagai bentuk solidaritas sosial. Jurnal Sosiologi Budaya, 5(2), 88–102.
Yuliana, W. (2024). Pertukaran sosial dalam tradisi nayuh di Lampung Barat. Jurnal Ilmu Sosial, 11(1), 33–47.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 HIPOTESA - Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


